- Setiap orang tidak bisa hidup sendirian. Sebab, orang adalah makhluk sosial yang hidup bergantung dengan orang lain. Tetapi, di masyarakat juga pasti mengalami perubahan. Ada beberapa perubahan itu, seperti perubahan norma-norma sosial, dan pola-pola pula interaksi sosial, pola perilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan masyarakat, serta susunan kekuasaan dan wewenang. Selain itu, perubahan sosial juga merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Bahkan Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagiannya, yaitu kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, bahkan perubahan dalam bentuk serta aturan organisasi sosial. Baca juga Bentuk-bentuk Perubahan Sosial, Siswa Sudah Paham?Proses perubahan sosial Melansir laman Repositori Kemendikbud Ristek, dalam sosiologi, perubahan sosial merupakan konsep yang sangat penting, mengingat sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang masyarakat. Sementara masyarakat selalu berkembang dari waktu ke waktu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, dalam sosiologi kita mengenal sebuah pemikiran “tidak ada sesuatu yang abadi di dunia ini, kecuali perubahan itu sendiri”. Proses perubahan sosial dapat terjadi melalui difusi, akulturasi, asimilasi, dan akomodasi. Apakah siswa sudah paham? 1. Difusi Difusi adalah suatu proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan yang meliputi ide-ide, keyakinan, hasil-hasil kebudayaan, dan sebagainya dari individu ke individu lain, dari suatu golongan ke golongan lain dalam suatu masyarakat atau dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Merujuk pada pengertian difusi di atas, maka kita dapat membedakan dua macam difusi, yaitu difusi intramasyarakat dan difusi antar masyarakat. Difusi intramasyarakat intrasociety dif usion adalah difusi unsur kebudayaan antarindividu atau golongan dalam suatu masyarakat.
.