CeritaRakyat dari Maluku Oleh Ie Hadi G. Bacaan untuk Anak Setingkat SD Kelas 4, 5, dan 6 sepuluh keluarga dari Nusa Ina atau Pulau Seram mencari tempat tinggal baru. dianggap sebagai marga yang paling disegani. Kesepuluh keluarga tersebut naik ke punggung Pakuela sambil melewati lautan yang ganas demi mencari tempat tinggal baru
KATA PENGANTARAlhamdulillah hirobbil „alamin segala puji bagiALLAH SWT Tuhan semesta alam atas karunia yangtelah ia berikan sehingga penulis bisa menyusun E-Book ini dengan sebaik-baiknya. E-book yangberjudul “Mutiara Nusa Laut” ini dibuat untukmemenuhi salah satu tugas Simulasi KomunikasiDigital oleh Ibu Habibah. E-Book yang berjudul“Mutiara Nusa Laut” Ini dalam penyusunannyapenulis melibatkan berbagai pihak, oleh karena itupenulis mengucapkan banyak terimakasih atassegala dukungan yang diberikan untukmenyelesaikan makalah telah disusun secara maksimal oleh penulis,akan tetapi penulis sebagai manusia biasa, sangatmenyadari bahwa E-Book ini masih mempunyaibanyak kekurangan dan jauh dari kata penulis sangat mengharapkan kritik dansaran yang membangun dari pembaca. Serta E-Bookini bertujuan untuk menambah wawasan dan ilmuserta untuk mempermudah pembaca memperolehinformasi secara cepat karena E-book ini berisikanrangkuman atau resume. I1 Mutiara Nusa LautDAFTAR ISIKATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2BAB I Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Tujuan Penulisan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Manfaat Penulisan. . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7BAB II Profil MARTHA CHRISTINA TIAHAHU. . . . . . Kisah Perjuangan Martha Christina Tiahahu.. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Keistimewaan Martha Christina Tiahahu. . 16BAB III Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sumber . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 23BAB 1 Latar BelakangPahlawan Nasional adalah gelar penghargaan tingkattertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini diberikanoleh Pemerintahan Indonesia atas tindakan yangdianggap heroik – didefinisikan sebagai "perbuatannyata yang dapat dikenang dan diteladani sepanjangmasa bagi warga masyarakat lainnya" – atau "berjasasangat luar biasa bagi kepentingan bangsa dannegara" Kementerian Sosial Indonesia memberikantujuh kriteria yang harus dimiliki oleh seorangindividu, yakni Warga Negara Indonesia yang telahmeninggal dunia dan semasa hidupnya1. Telah memimpin dan melakukan perjuanganbersenjata atau perjuangan politik atau perjuangandalam bidang lain mencapai / merebut /mempertahankan / mengisi kemerdekaan sertamewujudkan persatuan dan kesatuan Telah melahirkan gagasan atau pemikiran besaryang dapat menunjang pembangunan bangsa dannegara. I3 Mutiara Nusa Laut3. Telah menghasilkan karya besar yangmendatangkan manfaat bagi kesejahteraanmasyarakat luas atau meningkatkan harkat danmartabat bangsa Pengabdian dan Perjuangan yang dilakukannyaberlangsung hampir sepanjang hidupnya tidaksesaat dan melebihi tugas yang Perjuangan yang dilakukan mempunyaijangkauan luas dan berdampak Memiliki konsistensi jiwa dan semangatkebangsaan/nasionalisme yang tinggi. Memilikiakhlak dan moral yang Tidak menyerah pada lawan/musuh Dalam riwayat hidupnya tidak pernahmelakukan perbuatan tercela yang dapat merusaknilai perjuangannya. Pemilihan dijalankan dalamempat langkah dan harus mendapatkanpersetujuan pada setiap tingkatan. I4 Mutiara Nusa LautSebuah proposal dibuat oleh masyarakat di kota ataukabupaten kepada wali kota atau bupati, yangkemudian harus membuat permohonan kepadagubernur di provinsi tersebut. Gubernur kemudianmembuat rekomendasi kepada Kementerian Sosial,yang kemudian diteruskan kepada Presiden, yangdiwakili oleh Dewan Gelar; dewan tersebut terdiri daridua akademisi, dua orang dari latar belakang militer,dan tiga orang yang sebelumnya telah menerimasebuah penghargaan atau gelar. Pada langkah terakhir,pemilihan dilakukan oleh Presiden, yang diwakili olehDewan, yang menganugerahi gelar tersebut padasebuah upacara di ibu kota Indonesia Jakarta. Sejak2000, upacara diselenggarakan setiap Hari Pahlawanpada tanggal 10 November. Kerangka undang-undanguntuk gelar tersebut awalnya menggunakan namaPahlawan kemerdekaan Nasional yang dibuat padasaat dikeluarkannya Dekret Presiden No. 241 Tahun1958. Gelar pertama dianugerahi pada 30 Agustus 1959kepada politisi yang menjadi penulis bernama AbdulMuis, yang wafat pada bulan sebelumnya. Gelar inidigunakan saat pemerintahan Sukarno. KetikaSuharto berkuasa pada pertengahan 1960-an gelarterbut berganti nama menjadi Pahlawan Nasional. I5 Mutiara Nusa LautGelar khusus pada tingkat Pahlawan Nasional jugadianugerahkan. Pahlawan Revolusi diberikan padatahun 1965 kepada sepuluh korban peristiwaGerakan 30 September, sementara Sukarno danmantan wakil presiden Mohammad Hatta diberikangelar Pahlawan Proklamator pada 1988 karena peranmereka dalam membacakan ProklamasiKemerdekaan pria dan 15 wanita telah diangkat sebagaiPahlawan Nasional, yang paling terbaru adalahArnold Mononutu, Baabullah, Machmud SinggireiRumagesan, Raden Mattaher,Soekanto Tjokrodiatmodjo, dan Sutan MohammadAmin Nasution pada tahun tersebut berasal dari seluruhwilayah di kepulauan Indonesia, dari Aceh di bagianbarat sampai Papua di bagian timur; Untuk kalipertama Maluku Utara dan Papua Barat memilikiPahlawan Nasional pada tahun 2020, sementaraKalimantan Timur dan Kalimantan Utara samasekali belum memiliki Pahlawan Nasional. I6 Mutiara Nusa Tujuan PenulisanTujuan utama saya membuat E-Book ini adalah Agaranak bangsa zaman sekarang dapat kembaimengenal sosok pejuang yang telah berjasa untukindonesia dan untuk memberitahukan kepadapenerus bangsa yang belum mengetahui salah satutokoh pahlawan bangsa yang sangat pemberani danberjasa semasa hidupnya. Tujuan lain saya membuatE-Book ini adalah untuk memenuhi tugas pelajaranSimulasi Komunikasi Digital pada Materi Manfaat PenulisanDalam penulisan makalah ini sangat bermanfaatbagi kami semua dalam hal mengetahui sejarahtentang Perjuangan Salah satu tokoh PahlawanNasional yatitu Martha Christina Tiahahu,Gerilyawan dari Maluku yang wafat saat ditahanBelanda. E-Book ini sendiri juga akan membahas danmemberikan tambahan ilmu pengetahuan mengenaiKisah Perjuangan Martha Christina Tiakalah Tulisanini akan membantu pembaca Kembali mengenal danmengenang pengorbanan serta mengetahui nilaijuang yang telah diberikan dan dikorbankan selamamasa hidup Martha Christina Tiahahu I7 Mutiara Nusa LautBAB 2 Profil MARTHA CHRISTINA TNama Lengkap Martha Christina TiahahuAlias MarthaProfesi Pahlawan NasionalTempat Lahir Nusa Laut, MalukuTanggal Lahir Sabtu, 4 Januari 1800Gugur Laut Banda, 2 Januari 1818Warga Negara IndonesiaBIOGRAFIMartha Christina Tiahahu adalah Pahlawan Nasionalperempuan pertama yang gugur di medan perangsaat bertempur melawan Belanda demimempertahankan tanah Maluku yang kaya akanhasil bumi. Ia lahir di Nusa Laut, Maluku, 4 Januari1800 dan dibesarkan seorang diri oleh ayahnya,Kapitan Paulus Tiahahu yang merupakan kawan baikdari Thomas Mattulessi atau Kapitan kecil, perempuan yang akrab disapa MarthaChristina ini sering mengikuti ayahnya dalam rapatpembentukan kubu-kubu pertahanan I8 Mutiara Nusa Lauthingga pada akhirnya di usia yang ketujuh belastahun ia turut andil dalam pertempuran melawanBelanda di desa Ouw, Ullath, pulau Saparua. Dalampertempuran itu, ia memimpin pasukan perangwanita dan mengobarkan semangat juang padapasukan agar terus ikut mendampingi pasukan laki-laki dalam perebutan wilayah Maluku dari penjajahhanya berbekal bambu runcing dengan ikat kepalamelingkar di dengan para pejuang tanah Maluku yanglain, Martha Christina cukup membuat kerepotanBelanda. Saat itu, pimpinan Belanda, Richemont,tewas tertembak dalam pertempuran membuatBelanda semakin sengit dalam melancarkan persenjataan lengkap, pasukan Indonesiaberhasil dipukul mundur dan beberapa pentolanpasukan ditangkap untuk dijatuhi hukuman matitermasuk ayah Martha Christina, Kapitan PaulusTiahahu. Mendengar kabar eksekusi yang akandilakukan Belanda terhadap ayahnya, MarthaChristina berusaha untuk membebaskan ayahnyadari hukuman yang dijatuhkan. I9 Mutiara Nusa LautNamun usahanya sia-sia, ayah Martha Christinameninggal dalam eksekusi yang dilakukan Belandaterhadap beberapa pejuang Indonesia di tanahMaluku yang berhasil ayahnya, Martha Christina digiringbersama pejuang lainnya yang tertangkap untukdipekerjakan secara paksa di perkebunan kopi yangada di pulau Jawa. Namun, dalam perjalanan menujupulau Jawa, tepatnya di kapal Eversten, MarthaChristina melanjutkan aksi pemberontakannyaterhadap Belanda dengan aksi mogok makan danmogok pengobatan. Dalam aksinya tersebut,akhirnya Martha Christina meninggal di perjalananmenuju pulau Jawa pada tanggal 2 Januari kemudian dibuang di laut Banda dannamanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasionalpada tahun 1969. Berkat pengorbanannya tersebut,pemerintah Maluku membuat monumen untukmengenang jasa Martha Nasional menurut SK Presiden RI 1969, tanggal 20 Mei 1969I10 Mutiara Nusa Kisah Perjuangan MarthaChristina TiahahuMartha Christina Tiahahu dilahirkan di AbubuNusalaut pada tanggal 4 Januari 1800 merupakananak sulung dari Kapitan Paulus Tiahahu dan masihberusia 17 tahun ketika mengikuti jejak ayahnyamemimpin perlawanan di Pulau Nusalaut. Padawaktu yang sama Kapitan Pattimura sedangmengangkat senjata melawan kekuasaan Belanda diSaparua. Perlawanan di Saparua menjalar keNusalaut dan daerah sekitarnya. Pada waktu itu,sebagian pasukan rakyat bersama para raja danpatih bergerak ke Saparua untuk membantuperjuangan Kapitan Pattimura sehingga tindakanBelanda yang akan mengambil alih BentengBeverwijk luput dari perhatian. Guru Soselissa yangmemihak Belanda melakukan kontak dengan musuhmengatas-namakan rakyat menyatakan menyerahkepada 10 Oktober 1817 Benteng Beverwijk jatuh ketangan Belanda tanpa perlawanan. Sementara itu, I11 Mutiara Nusa Lautdi Saparua pertempuran demi pertempuran terusberkobar. Karena semakin berkurangnya persediaanpeluru dan mesiu pasukan rakyat mundur kepegunungan Ulath Ouw. Di antara pasukan ituterdapat pula Martha Christina Tiahahu besertapara raja dan Patih dari 11 Oktober 1817 pasukan Belanda di bawahpimpinan Richemont bergerak ke Ulath, tetapiberhasil dipukul mundur oleh pasukan kekuatan 100 orang prajurit, Meyer besertaRichemont kembali ke Ulath. Pertempuran berkobarkembali, korban berjatuhan di kedua belah pertempuran ini Richemont tertembak dan pasukannya bertahan di tanjakan negeriOuw. Dari segala penjuru pasukan rakyatmengepung, sorak sorai pasukan bercakalele. Ditengah keganasan pertempuran itu muncul seoranggadis remaja bercakalele menantang peluru adalah putri Nusahalawano, Martha ChristinaTiahahu, srikandi berambut panjang terurai kebelakang dengan sehelai kain berang kain merahterikat di kepala. Dengan mendampingi sang ayahdan memberikanI12 Mutiara Nusa Lautmenghancurkan musuh, Marta Christina telahmemberi semangat kepada kaum perempuan dariUlath dan Ouw untuk turut mendampingi kaumlaki-laki di medan pertempuran. Baru di medan iniBelanda berhadapan dengan kaum perempuanfanatik yang turut bertempur. Pertempuran semakinsengit katika sebuah peluru pasukan rakyatmengenai leher Meyer, Vermeulen Kringermengambil alih komando setelah Meyer diangkat keatas kapal Eversten. Tanggal 12 Oktober 1817Vermeulen Kringer memerintahkan serangan umumterhadap pasukan rakyat, ketika pasukan rakyatmembalas serangan yang begitu hebat ini denganlemparan batu, para opsir Belanda menyadaribahwa persediaan peluru pasukan rakyat telahhabis. Vermeulen Kringer memberi komando untukkeluar dari kubu-kubu dan kembali melancarkanserangan dengan sangkur terhunus. Pasukan rakyatmundur dan bertahan di hutan, seluruh negeriUlath dan Ouw diratakan dengan tanah, semua yangada dibakar dan dirampok Christina dan sang ayah serta beberapatokoh pejuang lainnya tertangkap dan dibawa kedalam kapal Eversten. I13 Mutiara Nusa LautDi dalam kapal ini para tawanan dari JasirahTenggara bertemu dengan Kapitan Pattimura dantawanan lainnya. Mereka diinterogasi oleh Buyskesdan dijatuhi hukuman. Karena masih sangat muda,Buyskes membebaskan Martha Christina Tiahahudari hukuman, tetapi sang ayah, Kapitan PaulusTiahahu tetap dijatuhi hukuman mati. Mendengarkeputusan tersebut, Martha Christina Tiahahumemandang sekitar pasukan Belanda dengantatapan sayu namun kuat yang menandakankeharuan mendalam terhadap sang ayah. Tiba-tibaMartha Christina Tiahahu merebahkan diri di depanBuyskes memohonkan ampun bagi sang ayah yangsudah tua, tetapi semua itu sia-sia. Tanggal 16Oktober 1817 Martha Christina Tiahahu beserta sangAyah dibawa ke Nusalaut dan ditahan di bentengBeverwijk sambil menunggu pelaksanaan eksekusimati bagi ayahnya. Martha Christina Tiahahumendampingi sang Ayah pada waktu memasukitempat eksekusi, kemudian Martha ChristinaTiahahu dibawa kembali ke dalam bentengBeverwijk dan tinggal bersama guru ayahnya, Martha Christina Tiahahumasuk ke dalam hutan dan berkeliaranI14 Mutiara Nusa Lautseperti orang kehilangan akal. Hal ini membuatkesehatannya suatu Operasi Pembersihan pada bulanDesember 1817 Martha Christina Tiahahu beserta 39orang lainnya tertangkap dan dibawa dengan kapalEversten ke Pulau Jawa untuk dipekerjakan secarapaksa di perkebunan kopi. Selama di atas kapal inikondisi kesehatan Martha Christina Tiahahusemakin memburuk, ia menolak makan pada tanggal 2 Januari 1818, selepasTanjung Alang, Martha Christina Tiahahumenghembuskan napas yang terakhir. JenazahMartha Christina Tiahahu disemayamkan denganpenghormatan militer ke Laut Surat Keputusan Presiden RepublikIndonesia Nomor 012/TK/Tahun 1969, tanggal 20Mei 1969, Martha Christina Tiahahu secara resmidiakui sebagai Mutiara Nusa Keistimewaan Martha Christina TiSosok Pahlawan Nasional wanita yang berasal dariNusa Laut, Maluku ini adalah tokoh yangsangat gigih memperjuangkan kemerdekaan tempatasalnya. Bahkan aksi pemberontakansudah dilakukannya saat masih berusia remaja,siapa lagi kalau bukan Martha Christina gadis pemberani, Martha tak pernah takutkepada penjajah, sekalipun nyawanya menjaditaruhan. Untuk itu, Martha kerap disebut sebagaisrikandi dari tanah sejarah, Martha lahir di Nusa Laut,Maluku pada 4 Januari 1800. Martha adalah putrisulung dari Kapitan Paulus Tiahahu yang dikenalsebagai salah satu pemimpin tentara rakyat dari National Geographic Indonesia, meskidengan usia yang begitu muda, Martha memilikireputasi yang mampu membuat musuh bergidikketakutanMeski mampu membuat musuh ketakutan,penampilan Martha sehari-hari tidak ada yangmencolok. I16 Mutiara Nusa LautDia seperti gadis biasa. Rambutnya terurai kebelakang dengan kepala berikat sehelai kainberang Merah. Akan tetapi, dalam usia baru 17tahun, Martha telah mendampingi ayahnya angkatsenjata mengusir penjajah. Seperti saatmelindungi Pulau Nusa Laut maupun PulauSaparua pada dengan perjuangan Martha, KapitanPattimura juga ikut mengangkat senjata melawanBelanda di Saparua. Yang mana, perlawanankemudian menjalar ke Nusa Laut dan peristiwa itu, Martha aktif membakarsemangat kaum wanita setempat untuk beranimendampingi kaum laki-laki di medan kata Zacharias dalam buku MarthaChristina Tiahahu 1981, wanita muda itu sangatberpengalaman dalam pertempuran. Marthadisebutkan telah ikut bertempur melawan Belandasebanyak tiga kali. Bahkan, dari seluruhpertempuran yang diikuti Martha, semuanyadilarang oleh sang ayah. Kendati demikian,larangan itu tak digubris Mutiara Nusa Laut“Dalam suasana pertempuran bukan saja ia telahmenolong memikul senjata ayahnya, tetapi jugatelah ikut serta dengan pemimpin perangmengadakan tarian perang dan telahmemperlihatkan kecakapan, keberanian dankewibawaannya,” ujar perwira Belanda Verheul yangdikutip Zacharias. Pada pertempuran tersebut,seorang pimpinan Belanda Richemont dapatdibunuh oleh pasukan Martha. Keungulan strategimembuat pasukan Martha terus mengumandangkanpenyerangan. Belanda yang merasa kehilanganorang terbaiknya tampak tak terima. Buahnya,Belanda menurunkan pasukan penyerangan yangdipimpin oleh Vermeulen Kringer. Belanda terusmenyerang habis-habisan rakyat Maluku. Imbasnya,pertempuran sengit pun tak dapat berjatuhan dari kedua belah persediaan peluru pasukan rakyattelah habis. Sejurus dengan itu, Vermeulen Kringermemberi komando untuk keluar dari kubu-kubudan kembali melancarkan serangan dengan sangkurterhunus. Pada akhirnya, pasukan rakyat mundurdan bertahan di hutan. Lalu seluruh negeri Ulathdan Ouw diratakan dengan tanah, semua yang adadibakar dan dirampok habis-habisan. I18 Mutiara Nusa LautAyahnya, Marha, dan pejuang lainnya tertangkapdan dibawa ke dalam kapal Eversten. Merekadiinterogasi dan dijatuhi hukuman. SemangatMartha kemudian menurun ketika sang ayahmendapatkan vonis hukuman dirinya sendiri hanya mendapatkanhukuman buangan ke Jawa. Rasa sedih Marthasemakin menjadi-jadi ketika ayahnya dihukum matipada 17 November 1817. Martha pun semakinterpuruk dan jatuh sakit. Berkali-kali Marthamenolak untuk meminum obat yang diberikan olehBelanda. setali dengan itu, tubuh Martha kemudiansemakin itu, pada dini hari 2 Januari 1818, Marthamenghembuskan napas terakhirnya di tengahperairah antara Pulau Buru dan Manippa. Sebagaibentuk penghargaan atas jasanya, Marthadianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 20 Mutiara Nusa LautBAB III kesimpulanMartha Christina Tiahahu lahir di Nusa Laut,Maluku, 4 Januari 1800 – meninggal di Laut Banda,Maluku, 2 Januari 1818 pada umur 17 tahun adalahseorang gadis dari Desa Abubu di Pulau sekitar tahun 1800 dan pada waktumengangkat senjata melawan penjajah Belandaberumur 17 tahun. Ayahnya adalah Kapitan PaulusTiahahu, seorang kapitan dari negeri Abubu yangjuga pembantu Thomas Matulessy dalam PerangPattimura tahun 1817 melawan Christina Tiahahu tercatat sebagai seorangpejuang kemerdekaan yang unik yaitu seorang putriremaja yang langsung terjun dalam medanpertempuran melawan tentara kolonial Belandadalam Perang Pattimura tahun 1817. Di kalanganpara pejuang dan masyarakat sampai di kalanganmusuh, ia dikenal sebagai gadis pemberani dankonsekuen terhadap cita-cita perjuangannya. Sejakawal perjuangan, ia selalu ikut mengambil bagiandan pantang Mutiara Nusa LautDengan rambutnya yang panjang terurai kebelakang serta berikat kepala sehelai kain berangmerah ia tetap mendampingi ayahnya dalam setiappertempuran baik di Pulau Nusalaut maupun diPulau Saparua. Siang dan malam ia selalu hadir danikut dalam pembuatan kubu-kubu pertahanan. Iabukan saja mengangkat senjata, tetapi juga memberisemangat kepada kaum wanita di negeri-negeri agarikut membantu kaum pria di setiap medanpertempuran sehingga Belanda kewalahanmenghadapi kaum wanita yang ikut berjuang. Didalam pertempuran yang sengit di Desa Ouw –Ullath jasirah tenggara Pulau Saparua yang tampakbetapa hebat srikandi ini menggempur musuhbersama para pejuang rakyat. Namun akhirnyakarena tidak seimbang dalam persenjataan, tipudaya musuh dan pengkhianatan, para tokoh pejuangdapat ditangkap dan menjalani hukuman. Ada yangharus mati digantung dan ada yang dibuang kePulau Jawa. Kapitan Paulus Tiahahu divonis hukummati tembak. Martha Christina Tiahahu berjuanguntuk melepaskan ayahnya dari hukuman mati,tetapi ia tidak berdaya dan meneruskanbergerilyanya di hutan, tetapi akhirnya tertangkapdan diasingkan ke Pulau Jawa. I21 Mutiara Nusa LautDi Kapal Perang Eversten, Martha Christina Tiahahumenemui ajalnya dan dengan penghormatan militerjasadnya diluncurkan di Laut Banda menjelangtanggal 2 Januari 1818. Untuk menghargai jasa danpengorbanannya, Martha Christina Tiahahudikukuhkan sebagai Pahlawan KemerdekaanNasional oleh Pemerintah Republik Christina TiahahuLahir 4 Januari 1800 Abubu, Nusa Laut, Maluku,Hindia BelandaMeninggal 2 Januari 1818 umur 17 Laut Banda,Maluku, IndonesiaMonumen patung di Ambon, Maluku; patung diAbubuPekerjaan GerilyawanTahun aktif 1817Penghargaan Pahlawan Nasional IndonesiaMartha Christina Tiahahu lahir di Nusa Laut,Maluku, 4 Januari 1800 – meninggal di Laut Banda,Maluku, 2 Januari 1818 pada umur 17 Mutiara Nusa Sumber christina-tiahahuI23 Mutiara Nusa LautBiodata penulisNAMA LENGKAp vici fathir susiloEmail [email protected]akun instagram vicifathir68blog Riwayat pendidikanASAL SD SD NEGERI 111 PEKANBARUASAL SMP SMP NEGERI 8 PEKANBARUASAL SMA/SMK SMK NEGERI 4 PEKANBARU BUKU DAN TAUN TERBIT1. Dengarkan curhatku 20192. Antologi puisi rindu tak bertitik 20203. Antologi cerpen angan di atas pena 2021Mutiara NUSA LAUT VICI FATHIR SUSILO
Dahulukala di Jawa Timur ada dua hewan kuat, Sura dan Baya. Sura adalah ikan hiu dan Baya adalah buaya. Mereka hidup di laut. Sebenarnya, mereka adalah teman. Tetapi ketika mereka lapar, mereka sangat rakus. Mereka tidak mau berbagi makanan. Mereka akan melakukan apa saja untuk itu dan tidak pernah berhenti bahkan hingga bertarung sampai salah satu dari mereka menyerah. Baitusen dan Mai Lamah merupakan cerita rakyat riau yang sering dihubungkan dengan Legenda Pulau Sanua yang berada di Kepualauan Riau. Cerita rakyat daerah Riau ini merupakan cerita ketiga yang berasal dari daerah Riau yang kami posting di blog . Ceritanya sangat menarik untuk disimak. Selamat membaca. Cerita Rakyat dari Daerah Kepulauan Riau Baitusen dan Mai Lamah Cerita Rakyat dari Daerah Kepulauan Riau “Istriku, kita tak bisa terus tinggal di sini. Kita harus berani merantau jika ingin mengubah nasib,” kata Baitusen pada Mai Lamah. Baitusen dan Mai Lamah adalah sepasang suami-istri miskin yang tinggal di Natuna, Kepulauan Riau. Karena bosan hidup miskin, Baitusen ingin merantau, “Selagi muda, kita harus giat mencari uang,” katanya. Pilihan mereka jatuh ke Pulau Bunguran yang terkenal dengan kekayaan Iautnya. Mereka berharap bisa mengumpulkan kerang dan ikan untuk dijual. Sesampainya di Pulau Bunguran, Baitusen bekerja sebagai nelayan. Ia bekerja keras menangkap kerang, siput laut, dan ikan. Sedangkan Mai Lamah tiap hari mengusuri pantai untuk mengumpulkan kulit kerang dan siput, lalu dirangkai menjadi kalung dan gelang. Baitusen dan Mai Lamah senang tinggal di Pulau Bunguran. Penduduknya ramah. Kadang Mai Lamah bersama para ibu berkumpul dan mengobrol sambil membuat kalung dari kulit kerang. Hari berganti hari, kehidupan Baitusen dan Mai Lamah semakin membaik. Suatu hari, ketika sedang melaut, Baitusen menemukan lubuk teripang. Di dalamnya terdapat ribuan ekor teripang. “Wah, ini rezeki! Teripang- teripang ini mahal harganya, apalagi jika ku keringkan. Para saudagar dari Singapura dan China tentu mau membelinya dengan harga mahal,” katanya dengan senang. Sejak itu, Baitusen tak lagi mencari kerang dan ikan. Dari lubuk teripang temuannya, ia bisa menangkap banyak untuk dijual. Mai Lamah juga tak lagi mencari kulit kerang. Ia membantu suaminya mengeringkan teripang-teripang itu. Tak lama, teripang kering milik Baitusen tersohor sampai ke negeri tetangga. Banyak saudagar dari Singapura dan China datang untuk membeli. Para saudagar itu memanggil Mai Lamah “Nyonga May Lam”, sedangkan Baitusen dipanggil “Saudagar Teripang”. Dalam setahun, kehidupan Baitusen dan Mai Lamah berubah drastis. Mereka menjadi orang yang sangat kaya raya. Namun kekayaan mereka membuat perangai Mai Lamah berubah. Mai Lamah tak lagi berkumpul dan mengobrol bersama tetangganya. Pergaulannya dengan para saudagar itu membuatnya lupa diri. Nama Nyonya May Lam membuatnya berpenampilan beda. Ia menggunakan gincu, minyak wangi, dan bedak yang tebal. Perhiasan emas memenuhi leher dan tangannya. Jika tangannya digerakkan, maka gelangnya akan berbunyi “krincing… krincing….” Cerita Rakyat dari Daerah Kepulauan Riau Baitusen dan Mai Lamah “Mengapa ia tak mau lagi bergaul dengan kita?” tanya seorang tetangganya. “Entahlah. Mungkin penampilan kita yang jelek dan berbau anyir?” jawab tetangga yang lain. “Hei, bukankah ia dulu serupa dengan kita? Bahkan dulu ia lebih kumal dari kita?” seru yang lain. Begitulah para tetangga mulai memperbincangkan Mai Lamah. Suatu hari, seorang tetangga mengadakan hajatan. Semua orang diundang, tapi Mai Lamah tak datang. Tetangga itu kemudian mengantar nasi ke rumahnya, supaya Mai Lamah juga mencicipi hidangannya. “Apa ini?” tanya Mai Lamah ketika menerimanya. “Nasi hajatan, Mai Lamah. Lauknya ikan asin dan sambal. Ada juga sayur daun pepaya. Kau suka, bukan?” jawab tetangganya. “Suka? Hidangan semacam ini menjijikkan untukku. Coba, ciumlah bau ikan asin ini. Anyir sekali. Lekas kau bawa kembali nasimu ini. Aku tak sudi memakannya!” kata Mai Lamah sambil melemparkan bakul nasi itu. Si tetangga hanya tertegun mendengar perkataan Mai Lamah itu. Lain halnya dengan Baitusen. Ia tak berubah dan tetap sederhana. Ia selalu menasihati istrinya. “Istriku, rezeki itu datangnya dari Tuhan. Kau tak boleh sombong. Nanti Tuhan marah. Ingat, pertama kali kita datang ke pulau ini, bukankah tetangga-tetangga kita memperlakukanmu dengan baik?” nasihat Baitusen kepada istrinya. “Itu dulu, Bang. Sekarang ceritanya lain. Aku sudah menjadi istri seorang saudagar, tentu saja tak boleh bergaul dengan sembarang orang,” ketus Mai Lamah. Suatu hari, Baitusen mengumumkan kalau Mai Lamah hamil! Semenjak itu, perilaku Mai Lamah bukannya bertambah baik, tapi malah hertambah sombong. Ia gemar memamerkan perhiasan emas untuk colon bayinya, hadiah dari para saudagar China dan Singapura. Ketika Mak Semah, tetangganya yang seorang bidan menawarkan diri untuk memeriksa kehamilannya, Mai Lamah malah mencemoohnya. “Aku hanya akan memeriksakan kehamilanku pada tabib dari China. Mereka jauh lebih hebat darimu.” Mak Semah hanya bisa diam. “Rupanya wanita ini memang sudah benar-benar lupa diri,” pikirnya dalam hati. Tibalah saatnya Mai Lamah melahirkan. Siang itu perutnya terasa mulas sekali. Baitusan amat cemas. “Aduhh… aduhh… aku tak tahan lagi, Bang. Panggilkan tabib China di kapal saudagar Apeng yang berlabuh di dermaga,” teriak Mai Lamah. Malang bagi mereka, kapal Saudagar Apeng pulang lebih awal dari rencana semula. Baitusen kebingungan. Tiba-tiba ia teringat pada Mak Semah. “Maaf, Baitusen. Aku tak bisa menolong istrimu. Aku sudah pernah menawarkan jasaku padanya. Tapi ia malah menghinaku,” jawab Mak Semah. “Bawalah ia ke pulau seberang. Di sana ada bidan yang terkenal. Mungkin istrimu mau diperiksa olehnya,” kata Mak Semah lagi. Baitusen panik. Ia kembali ke rumah. Ia membujuk istrinya meminta maaf pada Mak Semah. “Apa? Minta maaf pada bidan kampung itu? Aku tak sudi! Antarkan saja aku ke pulau seberang,” kata Mai Lamah. Baitusen tak bisa memaksa istrinya. Dengan bersusah payah ia membopong istrinya ke perahu. Tiba-tiba Mai Lamah ingat sesuatu. “Bang, cepat kembali ke rumah. Bawalah peti harta kita. Aku takut jika para tetangga mencurinya,” katanya. “Tapi peti itu berat sekali. Bukankah kau menyimpan semua harta kita di dalamnya?” jawab Baitusen. “Justru karena itu Bang. Jika peti itu sampai hilang, habislah kita,” kata Mai Lamah lagi. Baitusen pun menuruti perintah istrinya. Baitusen mendayung perahunya sekuat tenaga. Perahu itu terasa berat. Apalagi, gelombang di lautan tinggi sekali. Perahu mulai oleng dan tenggelam. Mai Lamah berteriak-teriak melihat peti hartanya tenggelam. “Bang… selamatkan peti harta kita. Jangan sampai tenggelam, Bang!” Baitusen tak memedulikan hartanya. Baginya, keselamatan istrinya jauh lebih penting. Ia menarik tangan Mai Lamah dan terjun ke laut. Ia berusaha berenang sambil menarik istrinya menuju daratan. Tapi sayang, Baitusen tak mampu lagi menyelamatkan istrinya. Tiba- tiba petir menyambar-nyambar dan hujan turun sangat deras. Secepat kilat, petir itu menyambar tubuh Mai Lamah. Tubuhnya berubah menjadi batu yang berbadan dua. Batu itu makin lama makin besar, menyerupai sebuah pulau. Demikianlah akhir cerita Mai Lamah yang sombong itu. Pulau berbadan dua itu dikenal dengan nama Pulau Sanua yang berarti “satu tubuh berbadan dua”. Masyarakat meyakini bahwa burung layang-layang putih yang banyak terdapat di Kepulauan Riau itu berasal dari perhiasan emas Mai Lamah. Pesan moral dari Cerita Rakyat dari Daerah Kepulauan Riau untukmu adalah Janganlah menjadi orang yang sombong. Orang yang baik hati dan tidak sombong akan selalu dicintai oleh orang-orang di sekitarnya. Jika Adik-adik suka dengan legenda rakyat kali ini, jangan lupa baca kisah rakyat riau lainnya yaitu yaitu Cerita Rakyat Riau Legenda Dayang Kumunah dan Kumpulan Cerita Rakyat Daerah Riau. CeritaRakyat dari Sumatra Barat. Sapan Didiah. Ditulis oleh Joni Syahputra. CERITA RAKYAT DARI BALI: BEBERAPA KEJANGGALAN LINGUISTIS. Cerita Rakyat dari Nusa Tenggara Timur. dan 6 Cerita Lainnya. CERITA DARI SUMATRA SELATAN. Antu Banyu. Ditulis oleh Sari Herleni. 7 UNIVERSITAS SUMATRA UTARA. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Identitas BukuJudul Buku Laut BerceritaPenulis Leila Salikha Chudori Tebal Buku 379 Penerbit Kepustakaan Populer GramediaCetakan 33Tahun Terbit 2022Ringkasan Buku Menceritakan kisah kehidupan Biru Laut dari sudut pandang orang pertama yang mengkisahkan kembali seluruh perjalanan hidupnya saat jarak kematian dengan dirinya hanya dalam satuan detik. Kisah awal adalah tentang tokoh-tokoh yang ada dalam sekeliling Laut yaitu Kinan, Alex,Daniel, Sunu dan Bram dengan latar tempat di Seyegan dalam keluarga keluarga yang mengagumi sastra. Menjadikan Laut dan Adiknya memiliki referensi bacaan sastra sejak kecil. Hal ini tidak luput dari pekerjaan Ayah Laut yang merupakan seorang wartawan, sedangkan Ibu Laut adalah seorang Ibu Rumah Tangga yang memiliki keterampilan dalam mengolah bumbu dapur. Laut juga memiliki seorang adik bernama Asmara Jati yang juga tertarik terhadap sastra, akan tetapi asmara hanya menjadikan sastra sebagai bahan bacaan. Karena Asamara lebih memiliki ketertarikan terhadap hal-hal yang bersifat sains dan pasti. Berbeda dengan Laut yang justru sangat tertarik untuk mengerti lebih dalam tentang sebuah karya sastra. Inilah salah satu hal yang melatarbelakangi jiwa aktvisme yang terdapat dalam diri Laut menjadi salah satu Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada, sedangkan Kinan adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik FISIP. Masa lalu Kinan,Laut dan Bram bersinggungan karena memiliki latar kehidupan dalam lingkungan yang sudah dihadapkan pada realitas sosial ketidakadilan yang terjadi pada saat itu. Kesukaan mereka terhadapn sastra dan kesadaran akan terdapatnya ketidakadilan sosial yang berakar dari sistem politik akhirnya menyatukan ikatan diantara mereka bertiga. Mereka membentuk kelompok perlawanan Wirasena dan Winatra untuk melawan orde baru, karena tata kelola kenegaraannya banyak bersebrangan dengan berbagai pandangan hidup mereka yang ideal. Salah satu contoh sederhanya adalah tentang pemalsuan sejarah dan pelarangan sastra yang dianggap membahayakan laut diangkat sebagai sekjen Wirasena dan Bram sebagai romansa adalah ketika Biru bertemu Anjani seorang Mahasiswi seni rupa ISI Institut Seni Indonesia yang menjadi salah satu bagian dari aktivis Taraka yang menjadi bagian dari simbol gerakan perjuangan pada saat itu. Ratih Anjani yang juga memiliki pengetahuan akan cerita Mahabarata dan Ramayana, serta mampu membuat sebuah cerita akan Rama dan Sinta menjadi lebih menarik . Pertemuan pertama antara Laut dan Anjani justru langsung membuat Laut jatuh cinta pada anggota Winatra terhadap Naratama adalah bumbu yang mempu membuat pembaca menempuh ruang imajinasi dan menerka kebenaran dari tuduhan tersebut. Perjuangan aktivis mahasiswa yang tetap berani meskipun disiksa dan nyawa yang terancam merupakan simbol perjuangan melawan ketidakadilan yang dialami oleh rakyat saat itu. Dalam berbagai kejadian diilustrasikan bahwa rakyat yang rela berkorban untuk membantu dan melindungi mahasiswa dari ancaman aparat yang menjadi mata dan telinga akhirnya beberapa mahasiswa dihilangkan dan tidak jelas keberadaannya. Mereka yang dihilangkan tetap hidup selamanya dalam diri keluarga,saudara,kekasih dan sahabat. Mereka yang dihilangkan dengan ketidaksatian menghadirkan penyangkalan dalam diri orang-orang tersayang. Seperti dalam keluarga Biru Laut yang selalu mengadakan ritual makan bersama setiap minggu dengan tetap menyertakan satu piring kosong untuk Laut sebagai harapan kembalinya sosok Sulung dalam keluarga. Cerita yang dihadirkan menjadi pengingat perjuangan tentang kebenaran dan melawan ketidakadilan yang terus tumbuh dan bertambah dalam diri manusia manusia lain, baik yang memiliki hubungan dengan mereka yang dihilangkan ataupun masyarakat umum lainnya. Perjuangan mereka diteruskan dengan perjuangan baru oleh orang-orang yang terus mencari kebenaran tentang nasib abang,anak,kekasih,sahabat dan anggota keluarga menjadi sangat berisi karena mengenalkan berbagai karya sastra lain baik dari dalam negeri maupun luar negeri, seperti karya sastra Amerika Latin dan juga selain itu dalam novel ini terdapat pengetahuan akan berbagai aksi dalam sejarah perjuangan aksi mahasiswa dan rakyat indonesia, mulai dari aksi Blangguan, Bungurasih dan sampai saat ini yang masih di jumpai adalah Aksi Kamisan. Seperti dalam karya Leila S. Chudori yaitu Novel Pulang, tokoh utama adalah tokoh yang memiliki ketertarikan dan keahlian pada hal masakan dan kisah perwayangan mahabarata dan ramayana selalu menjadi bagian menarik dalam membangun karakter tokoh-tokoh yang Buku"Kita harus belajar kecewa bahwa org yg kita percaya ternyata memegang pisau dan menusuk punggung kita". 30"Setiap langkahmu, langkah kita, apakah terlihat atau tidak, apakah terasa atau tidak, adalah sebuah kontribusi, Laut". 183"....jangan takut kepada gelap. Gelap adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Pada setiap gelap ada terang meski hanya secercah, meski hanya di ujung lorong". 225."Ketidaktahuan dan ketidakpastian kadang-kadang jauh lebih membunuh daripada pembunuhan". 256."Jika jawaban yang kalian cari tak kunjung datang, jangan menganggap bahwa hidup adalah serangkaian kekalahan". 366 1 2 Lihat Hobby Selengkapnya
DAMPEK Kampung bawah laut Ninge, di Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lambaleda Utara (LAUT), Nusa Tenggara Timur memiliki cerita legendaris. Konon, pada abad 18, kampung tua ini tenggelam karena air bah. Baca juga: Berburu Matahari Terbenam di Pantai Nanga Lirang NTT. Warga Dampek sudah mendengarkan cerita tentang kampung tua
CeritaRakyat dari Nusa Tenggara Barat. Sekembalinya dari berburu, Datu Panda'i sangat terkejut melihat keadaan kapal yang porak-poranda. Ia segera mencari istrinya. Alangkah kagetnya ia, ketika melihat Sari Bulan telah berubah menjadi wanita yang buruk rupa. "Oh, pasti istriku terkena kutukan. CeritaRakyat Kalteng Asal Usul Pulau Nusa. Dengan saling membantu, warga mendorong tubuh Nusa ke dalam sungai. Nusa mmandang langit kemudian bicara kepada istrinya, "Adinda, sebentar lagi akan terjadi badai besar. Lebih baik kau, adikmu, dan para penduduk segera meninggalkan tempat ini. Tinggalkanlah Abang di sini. Ini sudah menjadi takdir Abang. Bacajuga: Dongeng Dewi Walangangin Asal-usul Candi Pari Cerita Rakyat Jawa Timur. Nusa dan adik iparnya bekerja bercocok tanam di sebuah ladang kecil di dekat rumahnya. Mereka bekerja keras hingga hasil panennya pun melimpah. Namun, suatu hari desa tempat tinggal Nusa dan keluarganya dilanda kekeringan. Akhirnya, Nusa dan adik iparnya pergi berburu di Sungai Ruhan, sebuah sungai kecil di aliran Sungai Kahayan.
p>Rapat arahan dari Dit BUPSHA Ibu Nilda di kantor KPH Wilayah IX Panyabungan, Jumat 6 September 2019, pukul 10.10 Wib berjalan sukses, bravoo SU Madina
Search Asal Susuk. Cerita rakyat asal usul kota surabaya dalam bahasa inggris bahwa zat-zat kimia yang menyebabkan air laut asin berasal dari darat yang dibawa oleh sungai-sungai yang mengalir ke laut, entah itu dari pengikisan batu-batuan darat, dari tanah longsor, dari air hujan atau dari gejala alam lainnya, yang terbawa oleh air sungai .
  • r7e0pbc3y9.pages.dev/250
  • r7e0pbc3y9.pages.dev/152
  • r7e0pbc3y9.pages.dev/252
  • r7e0pbc3y9.pages.dev/393
  • r7e0pbc3y9.pages.dev/32
  • r7e0pbc3y9.pages.dev/439
  • r7e0pbc3y9.pages.dev/73
  • r7e0pbc3y9.pages.dev/441
  • cerita rakyat dari nusa laut