Sehabissegala siap, selanjutnya lakukan penanaman lekas. penanaman bambu ini sama saja dengan menanam tanaman yang lain. Bibit yang telah disiapkan dimasukan pada lubang tanam yang telah disiapkan ( sudah dikomposkan) setelah itu timbun kembali dengan tanah.
HomeMaterialCara Menebang Pohon Bambu Beserta Memotong dan MengolahnyaBambu adalah material alami yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bangunan dan furniture. Selain harganya lebih murah, bambu memiliki keunggulan pada pesona asri serta natural yang mampu ditampilkannya. Jika diawetkan dengan metode yang benar, bambu juga mempunyai daya tahan dan kekuatan yang sangat tinggi. Bahkan kekuatan dari bambu ini pun bisa setara dengan baja loh. Anda tinggal mengolahnya dengan baik agar kekuatan bambu tersebut dapat mengalami peningkatan. Silakan Anda bisa mengikuti panduan yang pernah kami share di artikel bisa dimanfaatkan untuk membuat suatu kerajinan, bambu harus melewati serangkaian proses pengolahan yang saling berurutan terlebih dulu. Mulai dari menebang pohon bambu, memotong bambu sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan, sampai mengolah bambu tersebut supaya layak dipakai. Semua proses ini harus dilaksanakan dengan baik. Karena pada dasarnya setiap proses ini bakal mempengauhi terhadap hasil akhir dari kualitas bambu-bambu tersebut. Lantas, bagaimana sih cara yang benar dalam melaksanakan ketiga pekerjaan ini? Kami akan membahasnya secara lengkap ya!Sebelum suatu bambu dapat digunakan, paling tidak terdapat 3 tahap yang harus dilaksanakan terlebih dahulu yaitu menebang pohon bambu, memotong bambu sesuai kebutuhan, serta mengolah bambu ini supaya strukturnya mengalami peningkatan pada kekuatan dan daya PENEBANGAN BAMBUBambu yang cocok dimanfaatkan untuk tiang bangunan adalah bambu petung yang kondisinya setengah tua. Sebaiknya Anda tak memakai bambu petung yang masih muda maupun yang sudah tua. Pemakaian bambu petung yang tua justru tak disarankan sebab strukturnya akan mudah mengalami keretakan saat telah terpasang. Sedangkan untuk keperluan struktur bangunan, gunakan bambu gombong yang sudah tua. Ciri-ciri bambu yang telah tua yaitu terdapat bercak putih di permukaannya, tidak memiliki kelopak, tumbuh akar di batang bagian bawah, mengeluarkan suara nyaring ketika dipukul, dan serat dagingnya berwarna cokelat. Ini merupakan bambu yang bagus dipakai untuk struktur kalangan masyarakat jawa khususnya, ada beberapa kepercayaan dan pantangan yang harus dipatuhi pada waktu menebang tanaman bambu ini terkait bulan, hari, dan jam yang baik. Hindarilah menebang pohon bambu pada tanggal 13, 14, dan 15 sebab pohon bambu akan banyak menyerap air tanah sebagai akibat dari naiknya permukaan air laut ketika bulan purnama. Dilarang juga menebang bambu pada hari selasa atau sabtu. Mengapa? Karena pada kedua hari ini, tanaman bambu dipercaya sedang mengalami peremajaan sel sehingga kekuatannya berkurang. Struktur bambu tersebut menjadi pernah pula menebang pohon bambu sebelum jam 12 siang karena kadar gula yang terkandung di dalamnya masih cukup tinggi. Proses penebangan tanaman bambu sebaiknya dikerjakan setelah jam 12 siang saat kadar gulanya lebih rendah sehingga bambu pun tidak mudah diserang hama. Hindari juga menebang pohon bambu yang sedang menghasilkan rebung karena pohon tadi pasti tengah menyuplai cadangan makanan yang dimilikinya. Selain itu, tidak boleh menebang bambu yang mengeluarkan bunga mengingat pohon ini kemungkinan sedang stres sehingga kondisi strukturnya lebih waktunya pelaksanaan tahap penebangan pohon bambu. Pilihlah bambu yang usianya sudah cukup tua dan terlihat berdiri kokoh. Penebangan dilakukan dengan memotong pangkal batang bambu hingga putus menggunakan alat bantu berupa golok atau celurit. Anda juga bisa memakai mesin gergaji khusus supaya prosesnya dapat berjalan lebih cepat. Setelah benar-benar terputus, bambu tersebut lalu segera diangkat dari lahan agar tidak merusak pohon-pohon yang lainnya. Ya, menebang bambu memang tidak dapat langsung dirobohkan seperti menebang pohon-pohon lain karena tanaman ini membentuk semak yang rimbun dan saling berdempetan. Ada baiknya Anda menebangnya satu per PEMOTONGAN BAMBUMemotong bambu berarti kita akan membagi bambu yang berukuran panjang menjadi beberapa bagian yang ukurannya lebih pendek. Anda dapat memakai gergaji yang mempunyai mata yang tajam dan kuat untuk memotong batang bambu. Pemakaian gergaji yang kurang tajam malah akan mengakibatkan hasil potongan kurang rapi dengan sisi pinggiran yang robek dan pecah. Yang benar adalah potonglah bambu tersebut tepat pada bagian penghubung anta-ruas supaya tidak gampang retak. Namun apabila Anda melaksanakannya dengan hati-hati, pemotongan bambu yang tipis pun hasilnya akan tetap juga dapat dibelah menjadi setengah bagian, sepertiga, seperempat, dan sebagainya. Tujuannya adalah untuk merubah bentuk bambu yang awalnya berupa gelonggongan menjadi bilah-bilah sehingga mudah disusun. Biasanya bambu dibelah menggunakan golok dari ujung atas hingga ke bagian pangkal. Agar lebih mudah, bambu dibelah sedikit cukup satu ruas saja. Kemudian injaklah bagian bawah bambu, sedangkan bagian atasnya ditarik ke atas menggunakan tangan kosong. Maka secara otomatis, bambu pun akan pecah lalu terbelah hingga ke bagian ujungnya. Jangan lupa sebelum dipakai, pinggiran bambu tersebut perlu dihaluskan terlebih dahulu dengan menyayat serabut PENGOLAHAN BAMBUBambu bisa Anda manfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kerajinan tangan, furniture, dan material bangunan. Namun sebelumnya bambu ini harus melalui proses pengawetan bambu terlebih dahulu agar memiliki daya tahan yang lama serta strukturnya pun lebih kuat dan kokoh. Proses pengeringan bambu bisa dilakukan saat batang bambu tersebut baru saja ditebang dari pohonnya. Anda dapat mengeringkan bambu ini di bawah sinar matahari langsung atau menggunakan oven. Kemudian Anda bisa memberikan bahan pengawet tertentu kepada bambu tersebut supaya lebih awet dan tidak diserang dapat dipasang satu sama lain menggunakan paku atau tali. Gunakan paku yang berukuran tidak terlalu besar dengan ketukan martil secara perlahan-lahan dan lurus supaya tidak pecah. Di samping itu, bambu juga dapat diikat memakai tali dan rotan. Anda bisa juga memakai ibo knot yakni tali tradisional dari Jepang untuk mengikat bambu-bambu tersebut. Setelah dirasakan pemasangan bambu telah cukup kuat, selanjutnya Anda dapat memberikan finishing terhadap bambu tersebut sebagai bahan pelindung sekaligus penghias agar penampilannya terlihat lebih indah dan lebih menarik. 08124947 0015. Harga Bibit Tanaman Pohon Bambu Petung. Bambu petung merupakan salah satu jenis bambu yang memiliki dinding tebal serta sangat kokoh dengan diameter sekitar 20 cm. Tanaman bambu ini dapat tumbuh mencapai lebih 25 meter. Bambu betung terdiri dari dua tipe yaitu betung hijau dan betung hitam. kristian savov, blagovesta dimencheva and iva smilkova Rumah Bambu Modular di Nepal Laporan Majalah RENOVASI 38 IDEAonline - Lima hal yang Anda perlu pertimbangkan sebelum menggunakan material bambu sebagai rangka dan bahan finishing. Bambu memang punya banyak keunggulan. Kemampuannya untuk tumbuh dengan cepat membuatnya mudah ditemukan. Meski cukup berlimpah, Anda tidak bisa asal pakai saja. Baca Juga Kenali 5 Kelebihan Tikus sebelum Perang Melawannya, Bisa Loncat 2,4 M Anda perlu cermat memilih bambu yang bisa dipakai untuk bangunan. Jika keliru, bangunan boleh jadi usianya tidak berlangsung lama. Baca Juga Bolehkah Bayi Dibiarkan di Kamar AC Berjam-Jam? Ini Aturannya! β€œJenis bambu yang digunakan sangat bergantung dari bambu yang tersedia, sifat desain konstruksi dan perhitungan beban yang akan diterima bagian bangunan tersebut,” kata Effan Adhiwira arsitek EABD studio. Untuk membuat awet bangunan, Anda sebaiknya mengenali dulu karakteristik bambu. Simak 5 hal penting berikut ini. Interior Decorating Ideas ilustrasi bambu Kematangan Bambu Pilih bambu yang sudah matang ketika dipanen. Usianya antara 4-5 tahun. Pada usia ini bambu sudah memiliki kepadatan daging yang baik. Tanyakan juga waktu panennya. Menurut Jatnika, Ketua Yayasan Bambu Indonesia, sebaiknya bambu ditebang pada musim yang tepat. Yaitu saat siang hari di musim kering dan bukan saat bulan purnama. Saat itu kadar air dan glukosa paling sedikit. Sebaiknya juga jangan menebang bambu saat bambu bertunas. Umumnya kualitas bambu saat itu kurang baik. Pengawetan Beli bambu yang sudah diawetkan karena umumnya bangunan digunakan dalam jangka waktu yang lama. Pengawetan dimaksudkan untuk menghilangkan zat glukosa yang disukai rayap. Tanyakan cara pengawetan yang dilakukan oleh penjual. Ada banyak cara yang bisa dilakukan tetapi penggunaan obat serangga dalam dosis tinggi tidak dianjurkan karena bisa berbahaya untuk manusia. Pengawet yang paling umum dan banyak direkomendasikan untuk bambu adalah campuran garam boraks dan kapur. Penyimpanan Bambu Pilih penjual yang memiliki tempat penyimpanan bambu yang baik. Bukan yang sekedar menggelar bambu tanpa pengawetan. Baca Juga Jangan Remehkan AC Bocor, 7 Cara Cegah Kebakaran Akibat Korsleting Kamar tidur utama rumah bambu di Bali Ini membuat bambu mudah terpapar sinar matahari dan hujan. Ini tentu akan mengurangi kualitas bambu. Anda bisa mencari info melalui situs atau tanyakan pada kontraktor supplier bambu yang berkualitas. Baca Juga Digosipin dengan Mischa Chandrawinata, Warganet Malah Sibuk Kepoin Kamar Tidur Milik Mantan Ammar Zoni 'Penuh Balon' Garansi Tanyakan garansi keawetan bambu yang diberikan penjual. Penjual bambu yang berkualitas umumnya berani memberikan garansi karena telah melakukan proses pengawetan dengan benar. Harga bambu yang sudah diawetkan umumnya lebih mahal daripada bambu yang belum diawetkan. Desain dan Jenis Bambu Pastikan desain rumah yang akan menggunakan bambu sudah dikonsultasikan dengan arsitek atau kontraktor yang berpengalaman menggunakan material bambu. Baca Juga Ganggu Pencernaan, Ini Alasaan Kenapa Toilet Jongkok Lebih Sehat dari Toilet Duduk Bambu bisa dimanfaatkan sebagai material konstruksi rumah. Ini karena akan mempengaruhi jenis dan ukuran bambu yang harus Anda beli. Semoga membantu! * PROMOTED CONTENT Video Pilihan CaraPengawetan Kayu Karet Menggunakan Produk BioCide. Kayu karet yang diawetkan tentu saja memiliki tingkat keawetan lebih dibanding yang tidak diawetkan. Proses perendaman sebaiknya dilakukan setelah habis tebang kayu, setelah sawn timber, dan sebelum diaplikasi bahan finishing. Cara penggunakan BioCide Wood Fungicide (Microcide) dan BioCide Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. [caption caption="Pohon bambu sumber atau dalam bahasa Inggris disebut bamboo termasuk salah satu jenis rumput-rumputan yang memiliki rongga dan ruas di batangnya. Menurut hasil penelitian ahli botani, terdapat sekira jenis bambu di dunia dan sekira 150 jenisnya berada di dikenal dengan nama bambu, orang Indonesia ada yang menyebutnya dengan sebutan buluh, aur dan eru. Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang pertumbuhannya paling cepat di dunia. Hal ini disebabkan karena di dalamnya terdapat rhizoma-dependen unik. Dalam sehari saja bambu mampu tumbuh sekurangnya sepanjang 60 cm, bahkan sampai 100 cm, terkandung jenis spesies, kondisi tanah dan kondisi alam di sekitarnya sumber [caption caption="Macam-macam jenis bambu sumber http//www. [/caption] Setelah berusia setahun, umumnya pertumbuhan bambu berhenti, batangnya tidak akan lagi bertambah tinggi atau bertambah besar. Saat yang paling tepat memanen bambu adalah ketika batangnya sudah berusia tiga hingga tujuh sekali manfaat bambu. Orang Indonesia sudah sejak lama menggunakannya untuk berbagai keperluan, seperti untuk membangun rumah, sebagai alat musik tradisionil, perabotan rumah tangga, alat pertanian, kerajinan, senjata dan sumber makanan. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak mau memakai bambu karena bahannya dianggap mudah rusak atau cepat rapuh. Tanpa perlakuan khusus, umumnya bambu yang sudah ditebang dan dimanfaatkan sebagai kebutuhan hidup manusia paling lama bertahan maksimal tiga tahun. Padahal, jika mengetahui cara pengawetannya, bambu bisa bertahan lebih dengan tanaman keras lainnya seperti misalnya kayu Jati atau kayu Meranti, struktur batang bambu tidak memiliki unsur toksik atau racun, serta terdapat banyak unsur zat gula di dalamnya. Hal inilah yang sering mengundang mikroorganisme hadir di dalamnya dan menyebabkan kerusakan, seperti pelapukan, retakan atau pecah dan timbulnya noda atau lubang pada batangnya. Jika sudah rusak, maka akan mempengaruhi kegunaan, kekuatan dan nilai bambu tersebut. Menurut Frans, agar bambu bisa awet, ada perlakuan khusus saat memanennya. Pemerhati budaya Sunda keturunan Tionghoa yang bermukim di Garut ini memberikan tips sebagai berikutBambu sebaiknya di panen kalau usianya sudah cukup, artinya tidak tidak terlalu muda, juga tidak terlalu setahun, bambu hanya boleh dipanen selama satu sebulan, bambu hanya boleh dipanen selama 18 sehari, bambu hanya boleh dipanen selama 2 panen dalam sehari tidak boleh sembarangan, melainkan hanya pada waktu pukul menambahkan, ketika pagi hari tumbuhan terkena sinar matahari dan mengalami proses fotosintesis, sama seperti manusia yang butuh makanan untuk keperluan nutrisi tubuhnya. Saat pagi hari hingga sore pukul merupakan saat bambu menyerap makanan dan memprosesnya hingga menjadi daging. Itulah sebabnya mengapa bambu sudah siap dipanen pada waktu tersebut.[caption caption="Bambu yang sudah ditebang dan siap diawetkan sumber [/caption]Cara lain mengawetkan bambu secara alami paska panen seperti yang dikutip dari situs adalah sebagai berikutSebaiknya bambu ditebang pada musim ditebang, pastikan umur bambu sudah cukup umur yaitu berkisar antara 3 - 4 ranting-ranting dan daun dari getah yang ada dalam batang bambu dengan cara dipanaskan di atas bara api. Setelah dipotong-potong, lalu bambu direbus hingga mendidih. Cara untuk mempercepat proses menghilangkan noda yang terdapat pada kulit bambu adalah dengan menambahkan 3 sendok makan soda untuk setiap 15 liter cara di atas, masih ada tips yang bisa kita pelajari tentang bagaimana agar bambu menjadi tahan lama. Menurut info yang dikutip dari situs zat gula yang terdapat dalam batang bambu dan cenderung digandrungi rayap dapat diantisipasi dengan cara memasukkan cairan garam acid ke dalam batang bambu yang sudah metoda yang dilakukan oleh nenek moyang kita zaman dulu untuk mengawetkan bambu agar tahan lama. Ada yang melakukannya dengan cara merendam bambu ke dalam lumpur sungai atau pantai. Waktu merendamnya membutuhkan waktu cukup lama, yaitu berkisar antara 3-6 bulan. Berbeda lagi dengan masyarakat sekarang, khususnya para perajin bambu yang kebanyakan memakai minyak tanah atau oli bekas sebagai bahas pengawetnya. Tentu saja cara ini bukan termasuk cara yang melakukan proses pengawetan, sebaiknya bambu dikeringkan dengan cara menyusunnya secara vertikal dan terlindung dari sinar matahari. Proses ini bisa memakan waktu sekira 2 minggu, tergantung dari kondisi cuaca. Dengan dikeringkan di luar, berarti kita memanfaatkan aliran udara secara alami.*** J. HaryadiPenulis, Trainer dan motivator 1 2 Lihat Inovasi Selengkapnya Sebaiknyadilakukan 3 - 5 hari setelah tanam. 3.4.2. Penyiangan - Batang tanaman disangga dengan bambu yang dibenamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah. 3.8. Hama dan Penyakit 3.8.1. Hama a. Ulat daun (Erienota thrax.) Menyerang daun. Gejala: daun menggulung seperti selubung dan sobek hingga tulang daun. - Setelah tanaman umur 9 bulan Penyulamandilakukan untuk mengganti bibit tebu yang tidak. tumbuh, baik pada tanaman baru maupun tanaman keprasan, sehingga nantinya diperoleh populasi tanaman tebu yang optimal. Untuk bibit stek batang, penyulaman dilakukan Β± 2 minggu dan 4 minggu setelah tanam. Penyulaman dilaksanakan pada baris batang stek 2-3 mata. .
  • r7e0pbc3y9.pages.dev/108
  • r7e0pbc3y9.pages.dev/343
  • r7e0pbc3y9.pages.dev/439
  • r7e0pbc3y9.pages.dev/229
  • r7e0pbc3y9.pages.dev/477
  • r7e0pbc3y9.pages.dev/494
  • r7e0pbc3y9.pages.dev/328
  • r7e0pbc3y9.pages.dev/199
  • setelah tanaman bambu ditebang sebaiknya